________________

Guna menunjang kegiatan pembelajaran di rumah pada masa darurat Covid-19, Indonesian Pluralities bekerja sama dengan Yayasan Cahaya Guru menawarkan beberapa film kepada guru-guru sekolah menengah untuk ditonton dan didiskusikan bersama anak didik.

Indonesian Pluralities adalah seri film dokumenter dari kerja kolaborasi antara Program Studi Agama dan Lintas Budaya atau Center for Religious and Cross-cultural Studies (CRCS) UGM; Pardee School of Global Studies, Boston University; dan Watchdoc Documentary; dengan dukungan the Henry Luce Foundation. Indonesian Pluralities bermisi menghasilkan film-film mengenai keragaman di Indonesia sebagai bahan edukasi baik di perguruan tinggi maupun sekolah menengah.

Film yang saat ini telah meluncur dan, sebelum naik ke Youtube, telah diputar dan didiskusikan di puluhan acara nobar ada dua, yakni Atas Nama Percaya, mengenai penghayat kepercayaan atau agama leluhur, dan Beta Mau Jumpa, mengenai gerakan perdamaian di Ambon pascakonflik. Dalam edisi #BelajarDariRumah ini, ada satu film tambahan, yakni Unfinished Indonesia. Film-film lain akan menyusul.

Untuk bahan pembelajaran sekolah menengah, masing-masing film itu telah dibagi ke dalam tiga segmen. Tiap segmen berdurasi sekitar 10-15 menit. Tersedia pula bacaan pendamping dan daftar pertanyaan yang bisa dipakai oleh guru untuk berdiskusi dengan para siswa.

Klik judul/gambar di bawah.

_____________

Film #1: Atas Nama Percaya

____________

Film #2: Beta Mau Jumpa

____________

Film #3: Unfinished Indonesia

__________________

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *